Kamis, 05 Februari 2015

[030] Ar Ruum Ayat 007

««•»»
Surah Ar Ruum 7

يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ
««•»»
ya'lamuuna zhaahiran mina alhayaati alddunyaa wahum 'ani al-aakhirati hum ghaafiluuna
««•»»
Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.
««•»»
They know just an outward aspect of the life of the world, but they are oblivious of the Hereafter.
««•»»

Ayat ini merupakan penegasan sifat-sifat orang-orang kafir di atas, yaitu mereka yang tidak mengetahui hukum-hukum alam dengan luasnya dan hubungan yang kuat antara satu hukum dengan hukum yang lain. Mereka hanya memandang persoalan hidup ini secara pragmatis, yakni memandangnya menurut kegunaan dan manfaat yang lahir saja. Mereka mengetahui tentang hidup ini hanyalah yang nampak saja, seperti bercocok tanam, berdagang, bekerja dan yang lain yang berhubungan dengan urusan dunia. Ilmu mereka itupun tidak sampai kepada inti persoalan. Karena itu mereka tertipu dengan ilmunya itu. Mereka hanya memperoleh sinar yang sedikit menerangi secara samar-samar jalan yang mereka tempuh, lalu mereka terjerumus ke jurang kehancuran, seperti si pungguk merindukan cahaya bulan, tetapi ia tidak menyadari bahwa syaraf matanya yang lemah itu tidak akan mampu mencapai maksud itu.

Karena orang yang musyrik, orang-orang sesat dan pendusta itu tidak menghayati dan mengetahui ilmu yang hakiki, maka mereka lalai akan kehidupan akhirat dan kehidupan yang sebenarnya.

Kelalaian mereka akan hari akhirat menyebabkan mereka tidak akan dapat lagi menilai sesuatu dengan benar, baik terhadap kehidupan mereka, maupun terhadap kejadian dan peristiwa yang mereka alami.

Adanya perhitungan kehidupan akhirat di dalam hati manusia, akan merubah pandangan dan penilaiannya terhadap segala sesuatu yang terjadi di dunia ini. Mereka telah yakin bahwa hidup di dunia ini merupakan sebuah perjalanan singkat dari perjalanan hidup yang panjang itu, tetapi perjalanan yang pendek ini sangat menentukan cara kehidupan yang panjang nanti di akhirat. Apakah manusia mau merusak kehidupan yang panjang di akhirat dengan kehidupannya yang pendek di dunia ini.

Karena itu manusia yang percaya kepada adanya kehidupan akhirat dengan perhitungan yang tepat dan kritis sukar mencari titik pertemuan mereka dengan orang yang hanya hidup untuk dunia ini saja. Antara satu dengan yang lain akan terdapat perbedaan dalam menilai sesuatu persoalan. Masing-masing mereka mempunyai pertimbangan-pertimbangan sendiri dan kacamata sendiri pula dalam melihat benda-benda alam, situasi dan peristiwa yang sedang dihadapi, persoalan mati dan hidup, masa lampau dan masa sekarang, alam manusia dan alam binatang, hal yang gaib dan yang nyata, lahir dan batin dan sebagainya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Mereka hanya mengetahui yang lahir saja dari kehidupan dunia) maksudnya urusan penghidupan dunia seperti berdagang, bercocok tanam, membangun rumah, bertanam dan kesibukan-kesibukan duniawi lainnya. (Sedangkan mereka terhadap kehidupan akhirat adalah lalai) diulanginya lafal hum mengandung makna taukid atau untuk mengukuhkan makna kelalaian mereka.
««•»»
They know [merely] an outward aspect of the life of this world, that is to say, its various means of [securing] livelihood, such as commerce, agriculture, construction and cultivation and so on; but they, of the Hereafter, they are oblivious (this repetition of hum, ‘they’, is for emphasis).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 6][AYAT 8]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
7of60
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=30&tAyahNo=7&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#30:7

Tidak ada komentar:

Posting Komentar