Senin, 20 April 2015

[030] Ar Ruum Ayat 012

««•»»
Surah Ar Ruum 12

وَيَومَ تَقومُ السّاعَةُ يُبلِسُ المُجرِمونَ
««•»»
wayawma taquumu alssaa'atu yublisu almujrimuuna
««•»»
Dan pada hari terjadinya kiamat, orang-orang yang berdosa terdiam berputus asa.
««•»»
And when the Hour sets in, the guilty will despair.
««•»»

Surah Ar Ruum 12 dan 13, kedua ayat ini merupakan ancaman bagi orang-orang musyrik yang mengingkari hari berbangkit. Mereka tidak mau menerima kebenaran adanya hari berbangkit seperti tersebut di atas. Dengan demikian mereka disebut orang-orang berdosa. Walaupun orang-orang berdosa itu merasa tenteram dengan kehidupan dunia, namun mereka pasti akan mendapatkan balasan di akhirat kelak. Di kala itu mereka tidak akan mendapatkan sesuatu alasan untuk membela nasib mereka itu, oleh karena itu mereka terdiam seribu bahasa.

Selanjutnya orang berdosa itu tak akan mendapat syafaat yang akan melindungi dan menyelamatkan mereka dari azab Allah SWT. Segala sesuatu yang mereka sembah selain Allah telah menyesatkan mereka. Sebelum mereka benar-benar yakin bahwa penyembahan kepada berhala-berhala itu akan mendekatkan diri mereka kepada Allah,

seperti diterangkan dalam firman Allah SWT:
ويعبدون من دون الله ما لا يضرهم ولا ينفعهم ويقولون هؤلاء شفعاؤنا عند الله
Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudaratan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata: "Mereka itu adalah pemberi syafaat kepada kami di sisi Allah".
(QS. Yunus [10]:18)
Dan orang-orang musyrik itu di akhirat mengingkari berhala-berhala yang mereka sembah di dunia, padahal dengan berhala-berhala itulah mereka mempersekutukan Tuhan semesta alam di dunia itu.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan pada hari terjadinya kiamat, orang-orang yang zalim terdiam berputus asa) orang-orang musyrik diam karena mereka sudah tidak mempunyai alasan lagi.
««•»»
And on the Day when the Hour comes, the sinners will be dumbfounded, the idolaters will be fall into silence, as their [line of] argument can no longer be continued.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 11][AYAT 13]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
12of60
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=30&tAyahNo=12&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#30:12

Selasa, 07 April 2015

[030] Ar Ruum Ayat 011

««•»»
Surah Ar Ruum 11

اللَّهُ يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
««•»»
allaahu yabdau alkhalqa tsumma yu'iiduhu tsumma ilayhi turja'uuna
««•»»
Allah menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali; kemudian kepadaNyalah kamu dikembalikan
««•»»
Allah originates the creation, then He will bring it back, then you will be brought back to Him.
««•»»

Ayat ini menerangkan bahwa Allah SWT menciptakan makhluk sejak dari permulaan, kemudian mematikannya kemudian menghidupkannya kembali, dan yang demikian itu merupakan peristiwa-peristiwa yang tak dapat dibantah kebenarannya. Ayat ini mengemukakan suatu perumpamaan yang mudah ditangkap manusia, dan sekaligus dapat dijadikan bukti adanya hari berbangkit nanti.

Perumpamaan ini ialah, jika Allah dapat mengadakan sesuatu dari tidak ada sama sekali menjadi ada, tentu mengulangi penciptaan itu kembali atau membangkitkannya lebih mudah bagi-Nya dari pada menciptakan makhluk itu pada pertama kalinya. Kehidupan di dunia ini dan hari berbangkit adalah dua seri kejadian yang tak dapat dimungkiri kebenarannya. Keduanya saling berhubungan dalam saw seri kejadian.

Pada akhirnya pada Allah Tuhan semesta alam, kembali semuanya. Tuhan yang mengadakan kehidupan di dunia, juga mengadakan kehidupan di akhirat itu, gunanya untuk mendidik hamba-hamba-Nya serta memberi ganjaran kepada mereka yang telah berbuat baik dengan ganjaran surga, dan yang berbuat jahat berupa siksaan neraka.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Allah menciptakan dari permulaan) Dia menciptakan manusia dari permulaan (kemudian mengembalikannya kembali) Dia menghidupkan mereka kembali sesudah mereka mati (kemudian kepada-Nyalah kalian dikembalikan) lafal ini dapat dibaca turja`uuna dan yurja`uuna.
««•»»
God originates creation, in other words, He produces the creation of mankind, then He will reproduce it, that is, the creation of them, after their death, then to Him you shall be returned (read turja‘ūna; or yurja‘ūna, ‘they shall be returned’).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 10][AYAT 12]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
11of60
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=30&tAyahNo=11&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#30:11

[030] Ar Ruum Ayat 010

««•»»
Surah Ar Ruum 10

ثُمَّ كَانَ عَاقِبَةَ الَّذِينَ أَسَاءُوا السُّوءَى أَنْ كَذَّبُوا بِآيَاتِ اللَّهِ وَكَانُوا بِهَا يَسْتَهْزِئُونَ
««•»»
tsumma kaana 'aaqibata alladziina asaauu alssuu-aa an kadzdzabuu bi-aayaati allaahi wakaanuu bihaa yastahzi-uuna
««•»»
Kemudian, akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan adalah (azab) yang lebih buruk, karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-oloknya.
««•»»
Then the fate of those who committed misdeeds was that they denied the signs of Allah and they used to deride them.
««•»»

Ayat ini menegaskan bahwa azab itu adalah akibat perbuatan kafir dan jahat. Akibat itu akan dialami oleh siapapun, di mana dan kapanpun ia berada. Di dunia mereka mendapat kebinasaan dan di akhirat nanti mereka akan dibenamkan ke dalam neraka Jahanam, sebagai akibat mereka mengingkari seruan para Rasul, mendustakan ayat-ayat Allah dan memperolok-olokkannya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Kemudian akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan adalah azab yang lebih buruk) lafal as-suu-a adalah bentuk muannats dari lafal al-aswa' artinya yang paling buruk, berkedudukan sebagai khabar dari lafal kaana bila lafal 'aqibah dibaca rafa', tapi bila dibaca nashab berarti menjadi isim kaana. Makna yang dimaksud berupa azab neraka Jahanam dan mereka dijelek-jelekkan di dalamnya (disebabkan) (mereka mendustakan ayat-ayat Allah) yakni Alquran (dan mereka selalu memperolok-oloknya).
««•»»
Then the consequence for those who committed evil was evil (al-sū’ā is the feminine form of al-aswa’, ‘the worst’; [it may be read as] the predicate of kāna if one reads ‘āqibatu, in the nominative; or it is the subject of kāna if read as ‘āqibata, in the accusative; and so what is meant is Hell [in the former reading], or [according to the latter reading] simply their evil actions) because they denied the signs of God, the Qur’ān, and made a mock of them.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 9][AYAT 11]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
10of60
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=30&tAyahNo=10&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#30:10