Jumat, 07 Agustus 2015

[030] Ar Ruum Ayat 019

««•»»
Surah Ar Ruum 19

يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَيُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَكَذَلِكَ تُخْرَجُونَ
««•»»
yukhriju alhayya mina almayyiti wayukhriju almayyita mina alhayyi wayuhyii al-ardha ba'da mawtihaa wakadzaalika tukhrajuuna
««•»»
Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur).
««•»»
He brings forth the living from the dead, and brings forth the dead from the living, and revives the earth after its death. Likewise you [too] shall be raised [from the dead].
««•»»

Ayat ini merupakan pemandangan umum yang menyingkapkan sebagian kekuasaan Allah SWT, yang menyeru hamba-hamba-Nya agar bertasbih dan beribadat kepada-Nya. Orang yang bertasbih kepada Allah hanya sekadar bertasbih dan menyembah-Nya tanpa mengetahui hak-hak dan kekuasaan serta kebesaran Allah SWT dalam beribadah itu, maka tasbih dan ibadahnya itu tidak akan ada manfaatnya. Dia tidak akan menjumpai Tuhan dengan tasbih dan ibadat yang seperti itu, suatu perjumpaan yang akan melapangkan dada, membukakan hati dan menjernihkan jiwa, Ibadat yang disuruh ialah ibadat yang berbekas dalam jiwa manusia.

Oleh karena itu maka ayat ini menyuruh kita memperhatikan keadaan alam ini. Di dalamnya terdapat tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah SWT. Pada apa yang dilihat manusia pada kehidupan ini, dapat diperhatikan bahwa kehidupan ini berasal dari benda mati, dan benda mati itu berasal dari kehidupan. Hal ini dapat diperhatikan pada telur dan ayam. Telur adalah benda mati, tapi ia dapat mengeluarkan ayam yang hidup. Begitu pulalah ayam adalah benda hidup, tetapi dia dapat mengeluarkan telur yang merupakan benda mati. Atau pada diri manusia dapat dilihat dua kejadian itu. Manusia adalah makhluk yang mengeluarkan mani (sperma) sebagai benda mati (menurut kepercayaan Arab di waktu itu). Sebaliknya mani itu dapat menjadi manusia bila dia berjumpa dengan telur wanita di dalam rahim.

Mujahid seorang ahli tafsir mengartikan "keluarnya yang hidup dari yang mati" dan "yang mati dari yang hidup" dengan mukmin dan kafir. Anak orang mukmin ada yang menjadi kafir, sebaliknya anak orang kafir ada yang menjadi mukmin, Ada pula yang menafsirkan bahwa kehidupan ini diakhiri dengan kematian dan kematian itu disudahi dengan kehidupan kembali di akhirat.

Karena kedua hal itu, yakni mati dan hidup suatu keadaan yang rutin di dalam kehidupan di dunia ini, maka tidaklah mustahil bagi Allah untuk membangkitkan manusia dari kuburnya di hari kiamat kelak. Hal ini harus diperhatikan oleh manusia. Sebagai contoh lain yang lebih dekat bagi manusia ialah keadaan tanah yang sudah tandus dan gersang. Tanah ini biasa menumbuhkan tanam-tanaman, andaikata Allah menurunkan hujan dari langit.

Setelah memperhatikan contoh-contoh di atas, maka apakah kekuasaan Allah yang tidak terhatas itu kelak tidak-sanggup untuk menghidupkan manusia kembali dari dalam tanah, di mana tulang-belulangnya telah hancur berserakan, dan dagingnya telah bersatu dengan tanah?. Tentu saja sanggup. Oleh karena itu, bila sangkakala ditiup malaikat, manusia akan bangkit semuanya kembali di padang Mahsyar menghadap Tuhan.

Allah berfirman:
والله أنبتكم من الأرض نباتا ثم يعيدكم فيها ويخرجكم إخراجا
Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya. Kemudian Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu (dari padanya pada hari kiamat) dengan sebenar-benarnya.
(QS. Nuh [71]:17-18)

Kenapa manusia mengingkari hari berbangkit itu?. Kenapa mereka memperdebatkannya?. Sebetulnya kekuasaan Allah tak perlu dan tak dapat diingkari. Siapa yang berakal tidak akan dapat mengingkari kekuasaan itu. Tetapi dia lari dari tanggung jawab. Manusia tak mau bertanggung jawab, untuk menghadapi perhitungan di hari kiamat. Dia ingin melepaskan jiwanya dari perasaan keimanan dengan hatinya, sesuai dengan nasibnya di dunia ini. Dia tidak mempersiapkan sesuatupun untuk akhirat. Demikianlah manusia ditipu oleh jiwa dan hawa nafsunya. Dia memperkenankan panggilan yang sebenarnya, kecuali apa yang sesuai dengan nafsunya itu.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati) sebagaimana manusia, Dia menciptakan manusia dari air mani dan sebagaimana burung yang Dia ciptakan dari telur (dan mengeluarkan yang mati) yaitu air mani dan telur (dari yang hidup dan menghidupkan bumi) dengan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan (sesudah matinya) sesudah kering. (Dan seperti itulah) dengan cara itulah (kalian akan dikeluarkan) dari kubur.
««•»»
He brings forth the living from the dead, as in the case of the human being [who is produced] from a sperm-drop and a bird from an egg, and He brings forth the dead, a sperm-drop or an egg, from the living, and He revives the earth, with vegetation, after it has died, dried out. And in such [a manner], of being brought forth, you shall be brought forth, from the graves (read [either as] the active takhrujūna, ‘you shall come forth’, or the passive tukhrajūna, ‘you shall be brought forth’).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 18][AYAT 20]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
19of60
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=30&tAyahNo=19&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#30:19

Tidak ada komentar:

Posting Komentar