««•»»وَعْدَ اللَّهِ لَا يُخْلِفُ اللَّهُ وَعْدَهُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
««•»»
wa'da allaahi laa yukhlifu allaahu wa'dahu walaakinna aktsara alnnaasi laa ya'lamuuna
««•»»
(Sebagai) janji yang sebenarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janjiNya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
««•»»
[This is] a promise of Allah: Allah does not break His promise, but most people do not know.
««•»»
Ayat ini menerangkan bahwa Allah SWT telah menjanjikan dan menepati janji-Nya itu dengan memenangkan bangsa Romawi atas bangsa Persia. Allah SWT sekali-kali tidak memungkiri janji-Nya. Janji-Nya itu berasal dari kehendak-Nya dan dari hikmah dan kebijaksanaan-Nya, tidak seorangpun yang dapat merubah dan menghalangi terlaksananya janji-Nya itu dan tidak ada sesuatu kejadianpun dalam alam ini, yang terlaksana di luar kehendak-Nya.
Pelaksanaan janji itu merupakan suatu segi dari Sunah-Nya yang rapi dan tidak pernah berubah sedikitpun, kecuali jika Dia menghendaki, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui hal ini karena mereka tidak memikirkannya. Atau mereka mengetahui kebenaran janji itu, tetapi karena pengaruh hawa nafsu mereka, mereka seakan-akan tidak mempercayainya.
Sesuai pula dengan Sunah-Nya, maka sebelum janji itu terlaksana, harus mengalami proses-proses tertentu, ada pendahuluan dan cara-cara untuk mencapainya. Cara-cara ini diberitahukan oleh Allah kepada manusia. Berbahagialah manusia yang mau mengerti dan memanfaatkannya. Sebagai contoh ialah suatu umat atau pribadi-pribadi tidak akan menang kecuali jika mereka telah mempunyai persiapan-persiapan untuk menang itu. Di antara persiapan itu ada yang berhubungan dengan mental, umpamanya mau mengorbankan harta, jiwa dan segala sesuatu yang diperlukan, serta adanya keyakinan akan kebenaran yang diperjuangkan itu. Di antaranya ada yang berhubungan dengan benda, umpama peralatan yang cukup dan sebagainya. Dalam pada itu jangan dilupakan adanya persatu paduan antara umat atau bangsa itu, dan inilah syarat yang lebih penting.
Demikian pula hukum pribadi, untuk mencapai keberhasilan dalam hidup haruslah berusaha giat, tidak mudah patah hati, sabar serta sanggup mengatasi kesukaran apapun. Demikianlah Sunatullah.
Yang dimaksud dengan perkataan "kebanyakan manusia" dalam kalimat dan "tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui", ialah kaum musyrik dan orang-orang yang sesat yang lain yang tidak percaya kepada Sunatullah itu. Jumlah mereka lebih banyak dari yang mengetahuinya. Mereka tidak mau percaya kepada ayat-ayat Alquran yang diturunkan kepada mereka dan tidak percaya kepada sifat-sifat kesempurnaan dan kekuasaan Allah.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Sebagai janji yang sebenar-benarnya dari Allah) lafal ayat ini merupakan mashdar sebagai badal atau pengganti dari lafal berikut fi`ilnya; asalnya adalah wa`adahumullaahun-nashra; artinya Allah menjanjikan pertolongan kepada mereka (Allah tidak akan menyalahi janji-Nya) yakni pertolongan itu (tetapi kebanyakan manusia) orang-orang kafir Mekah (tidak mengetahui) janji-Nya yang akan menolong orang-orang beriman.
««•»»
The promise of God (wa‘da’Llāhi is the verbal noun substituting for the [full] verbal construction; it is actually wa‘adahumu’Llāhu al-nasr, ‘God promised them victory’). God does not fail His promise, of such [help], but most people, namely, the disbelievers of Mecca, are not aware, of His promise to help them [to victory].
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 5]•[AYAT 7]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
6of60
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=30&tAyahNo=6&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#30:6

Tidak ada komentar:
Posting Komentar