Minggu, 22 Maret 2015

[030] Ar Ruum Ayat 008

««•»»
Surah Ar Ruum 8
أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا فِي أَنْفُسِهِمْ مَا خَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَجَلٍ مُسَمًّى وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ لَكَافِرُونَ
««•»»
awa lam yatafakkaruu fii anfusihim maa khalaqa allaahu alssamaawaati waal-ardha wamaa baynahumaa illaa bialhaqqi wa-ajalin musamman wa-inna katsiiran mina alnnaasi biliqaa-i rabbihim lakaafiruuna
««•»»
Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya.
««•»»
Have they not reflected in their own souls? Allah did not create the heavens and the earth and whatever is between them except with reason and for a specified term. Indeed many of the people disbelieve in the encounter with their Lord.
««•»»

Ayat ini ditujukan kepada orang musyrik Mekah, orang-orang kafir dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah. Jika dilihat dari sikap mereka terhadap seruan Nabi saw, kelihatan seakan-akan mereka tidak mau menggunakan akal pikiran mereka, untuk memikirkan segala sesuatu yang mereka lihat, agar mereka percaya kepada yang disampaikan terhadap mereka.

Ayat ini menyuruh agar mereka memperhatikan diri mereka sendiri. Mereka dijadikan dari tanah, kemudian menjadi setetes mani, kemudian menjadi seorang laki-laki atau seorang perempuan. Kemudian mereka mengadakan perkawinan dan berkembang biak, seakan-akan Allah SWT mengatakan kepada mereka: "Cobalah perhatikan dirimu yang paling dekat dengan kamu, sebelum membayangkan pandanganmu kepada yang lain.

Allah SWT berfirman pada ayat yang lain:
وفي أنفسكم أفلا تبصرون
Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?.
(Q.S. Az Zariyat: 21)

Jika manusia memperhatikan dirinya sendiri dengan baik dan sadar seperti susunan urat syaraf, pembuluh darah, paru-paru, hati, jiwa dan sebagainya, kemudian dengan susunan yang rapi itu manusia dapat berjalan, berbicara, berpikir dan sebagainya, tentulah mereka sampai kepada kesimpulan bahwa yang menciptakan manusia itu adalah Tuhan yang berhak di sembah, Yang Maha Kuasa dan Maha Tinggi Pengetahuannya.

Allah SWT menegaskan bahwa Dia menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya adalah dengan penuh kebijaksanaan, ada maksud dan tujuannya. Semuanya itu diciptakan atas dasar kebenaran, dengan hukum-hukum yang rapi dan tertentu, tidak bertentangan antara hukum yang satu dengan hukum yang lain. Alam semesta ini tidak dijadikan dengan sia-sia dan cuma-cuma, tidak ada maksud dan tujuannya, tetapi ada maksud dan tujuannya yang seterusnya hanya Dialah Yang Mengetahuinya.

Demikianlah alam diciptakan dan berlangsung untuk waktu yang ditentukan. Setelah waktu yang ditentukan itu akan ada alam akhirat, disana akan disempurnakan keadilan Tuhan kepada makhluk-makhluk-Nya.

Dalam pada itu sebagai sesuatu yang ada di alam ini; ada pula masa permulaan kejadiannya dan ada pula masa berakhirnya. Tiap-tiap sesuatu pasti ada awal waktunya dan pasti pula ada akhir waktunya. Walau permulaan dan akhir segala sesuatu hanya Dia yang menciptakan tidak seorangpun yang sanggup merubahnya, walaupun sesaat, kecuali jika Dia menghendaki-Nya.

Demikianlah Sunatullah pada diri manusia dan alam semesta ini, tetapi kebanyakan manusia tidak mau merenungkannya, sehingga kebanyakan manusia tidak percaya kepada adanya hari akhirat itu.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang diri mereka sendiri?) supaya mereka sadar dari kelalaiannya. (Allah tidak menjadikan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan tujuan yang benar dan waktu yang ditentukan) artinya akan lenyap setelah waktunya habis, sesudah itu tibalah saatnya hari berbangkit. (Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia) yaitu orang-orang kafir Mekah (benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Rabbnya) yakni mereka tidak percaya kepada adanya hari berbangkit sesudah mati.
««•»»
Have they not contemplated themselves?, so that they might emerge from their oblivion. God did not create the heavens and the earth, and what is between them, except with the truth and an appointed term, for that [creation], at the conclusion of which this [creation] will perish, and after which will be the Resurrection. But indeed many people, that is to say, [such as] the Meccan disbelievers, disbelieve in the encounter with their Lord, that is, they do not believe in resurrection after death.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 7][AYAT 9]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
8of60
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=30&tAyahNo=8&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#30:8

Tidak ada komentar:

Posting Komentar