Minggu, 22 Maret 2015

[030] Ar Ruum Ayat 009

««•»»
 Surah Ar Ruum 9

أَوَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَانُوا أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَأَثَارُوا الْأَرْضَ وَعَمَرُوهَا أَكْثَرَ مِمَّا عَمَرُوهَا وَجَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ
 
««•»»
awa lam yasiiruu fii al-ardhi fayanzhuruu kayfa kaana 'aaqibatu alladziina min qablihim kaanuu asyadda minhum quwwatan wa-atsaaruu al-ardha wa'amaruuhaa aktsara mimmaa 'amaruuhaa wajaa-at-hum rusuluhum bialbayyinaati famaa kaana allaahu liyazhlimahum walaakin kaanuu anfusahum yazhlimuuna
««•»»
Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? orang-orang itu adalah lebihkuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri.
««•»»
Have they not traveled in the land so that they may observe how was the fate of those who were before them? They were more powerful than them, and they plowed the earth and developed it more than they have developed it. Their apostles brought them manifest proofs. So it was not Allah who wronged them, but it was they who used to wrong themselves.
««•»»

Pada ayat ini Allah SWT memberi peringatan kepada orang-orang musyrik dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah. Mereka sebenarnya selalu bepergian melakukan perdagangan dari Mekah ke Syiria dan Arab selatan dan negeri-negeri yang lain yang berada di sekitar Jaziratul Arab. Dalam perjalanan itu orang melalui negeri-negeri yang dihancurkan oleh Allah SWT, karena mendustakan Rasul-rasul yang telah diutus kepada mereka, seperti negeri-negeri kaum 'Ad, Samud, Madyan dan sebagainya. Umat-umat dahulu kala itu telah tinggi tingkat peradabannya, lebih perkasa dan kuat dari kaum musyrikin Quraisy itu.

Umat-umat dahulu itu telah sanggup mengolah dan memakmurkan bumi, lebih baik dari yang mereka lakukan. Tetapi umat-umat itu mengingkari dan mendustakan Rasul-rasul yang diutus Allah kepada mereka, karena itu Dia menghancurkan mereka dengan bermacam-macam malapetaka yang ditimpakan kepada mereka seperti sambaran petir, gempa yang dahsyat, angin kencang dan sebagainya.

Demikianlah Sunah Allah yang berlaku bagi orang-orang yang mengingkari agama-Nya dan Sunah itu akan berlaku pula bagi setiap orang yang mendustakan para Rasul, termasuk orang-orang Quraisy sendiri yang mengingkari kerasulan Muhammad saw. Sekalipun Allah SWT telah menetapkan yang demikian, namun orang-orang musyrik tidak mengindahkan dan memikirkannya.

Ayat ini merupakan peringatan kepada seluruh manusia di mana dan kapanpun mereka berada, agar mereka mengetahui dan menghayati hakikat hidup dan kehidupan, agar mereka mengetahui tujuan Allah SWT menciptakan manusia. Manusia diciptakan Allah adalah sama tujuannya, sejak dahulu kala sampai saat ini juga pada masa yang akan datang, yaitu sebagai khalifah Allah di bumi dan beribadat kepada-Nya. Barangsiapa yang tujuan hidupnya tidak sesuai dengan yang digariskan Allah, berarti mereka telah menyimpang dari tujuan itu dan hidupnya tidak akan diridai Allah.

Karena itu bagi mereka berlaku pula Sunah Allah di atas.

Akhir ayat ini menerangkan bahwa Allah SWT sekali-kali tidak bermaksud menganiaya orang-orang kafir itu dengan menimpakan azab kepada mereka, tetapi mereka sendirilah yang menganiaya diri mereka sendiri, dengan mendustakan Rasul dan mendurhakai Allah.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat orang-orang yang sebelum mereka?) maksudnya umat-umat sebelum mereka, mereka dibinasakan karena mendustakan rasul-rasulnya.

(Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka sendiri) seperti kaum Ad dan kaum Tsamud (dan telah mengolah bumi) mereka telah mencangkul dan membajaknya untuk lahan pertanian dan perkebunan (serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan) artinya lebih banyak dari apa yang telah dimakmurkan oleh orang-orang kafir Mekah (dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata) hujah-hujah yang jelas.

(Maka Allah sekali-kali tidak berlaku lalim kepada mereka) dengan membinasakan mereka tanpa dosa (akan tetapi merekalah yang berlaku lalim kepada diri sendiri) karena mereka mendustakan rasul-rasul mereka.

««•»»
Have they not travelled in the land and beheld how was the consequence for those before them?, of [past] communities, which was that they were destroyed for denying their messengers. They were more powerful than them — such were ‘Ād and Thamūd — and they effected the land, they tilled it and churned it up to sow crops and cultivate [trees], and developed it more than these, the Meccan disbelievers, have developed it; and their messengers brought them clear signs, manifest proofs, for God would never wrong them, by destroying them without being guilty, but they used to wrong themselves, by denying their messengers.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 8][AYAT 10]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
9of60
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=30&tAyahNo=9&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#30:9

Tidak ada komentar:

Posting Komentar